Showing posts with label tiger. Show all posts
Showing posts with label tiger. Show all posts

Saturday, 25 June 2011

Honda Tiger ‘09 Bolt On Touring

Buat touring, New Tiger memang pas dijadikan pilihan. Seperti halnya H. Yantono presiden Terang Bulan Motor Club, Sampang, yang juga doyan touring. New Tiger hariannya pun dirombak modis fungsional pada level bolt on. Sebab, disini tak ada istilah main pangkas atau las-bubut rangka orsi.



Rombakan dilakukan lebih fokus pada kaki-kaki, lewat pemakaian sok depan replika YZ-80 cc produk Thailand. “Dibilang replika, sebab dimensi hampir sama dengan YZ-80,” terang pria yang asli Tamberu, Sampang itu.

Kaki belakangnya cakep, mengaplikasi produk Kumis model banana spesial buat Tiger. Hanya saja, sok orsi mesti digantikan monosok yang didaulat from YSS MX-135 LC untuk menyiasati keterbatasan ruang.

Sarana touring jadi menu wajib, sektor penerangan didaulat head lamp Thailand bergaya neo classic dengan lingkar kaca lampu setara New Tiger. Kelebihannya jangkauannya lebih jauh, sebab reflector model cekung.

Diteruskan pemakaian sein yang juga menganut gaya neo clasic, yang bersanding dengan head lamp. Untuk itu bracket baru mesti dibuat dari plat 5 mm dan dikaitkan pada segitiga bawah. 

Untuk keperluan touring, bagian kolong mesin turut ditambahkan engine guard yang dilengkapi dengan lampu foreder serta sirine lengkap dengan klakson. Nilai ergonomi diseting nyaman, hasil pemakaian stang kemudi produk KTC adjustable yang dipadukan floor board replika HD Electra Glide. Pada stang kemudinya dilengkapi handguard acerbis PU dan berdampingan dengan spion Stage-6 serta indikator Koso.

Kelar mengoptimalkan sektor penerangan, perangkat ciet giliran dibenahi. Cakram depan belakang dicangkoki produk PSM 32 cm, disandingkan dengan caliper 4 piston aktif. Khusus master depan memakai KTC moge dan belakang master Nissin ex Ninja 150.  

Tak ketinggalan rear box en side box touring produk Givi ikut nyantol di buritan. Khusus bracket side box handmade, mengikuti posisi rear box. Agar posisinya tetap nyaman dipakai boncengan dan nilai aerodinamisnya. Dan diteruskan pemasangan foot step produk Bungbon yang dimaksudkan seperti bemper itu.

sumber

Honda Tiger 2002, Punya Seniman


 
Galih Rangga Albaryko alias Richo, seniman sekaligus pengajar seni musik di sebuah sekolah unggulan Jogja. Wajar jika punya selera tinggi dalam urusan modifikasi. Bisa dilihat dari ubahan Honda Tiger miliknya.

Dari hasil diskusi dan penelusuran dengan modifikator yang didukung info internet, ide pas dan murah buat motornya adalah menggabungkan konsep Ducati dengan Benelli. Konon kata Richo, gabungan dari kedua tunggangan itu sudah sesuai keinginan. Motor modifikasi murah dan enak dianaiki.

Untuk merealisasikannya, Richo tidak mengerjakan sendiri. Digarap Antok punggawa Black ant Modified di Kota Gedhe, Yogyakarta. Antok lebih dulu potong rangka back bone yang disesuaikan cover bodi yang dibuat dari pelat. Di bagian itu juga dikasih jok khas Benelli.

Sejajar jok, tangki bensin dibikin gambot. Dirombak sangat besar dari ukuran rata-rata. Kata Antok, tangki bensin yang dikasih variasi lubang ventilasi itu konon mampu menampung hingga 40 liter. Juga dari pelat galvanis dengan lekukan.

Mengusung tangki besar dipasangi rangka tubular. Selain sebagai pemanis, tubular juga sebagai penguat tumpuan tangki. "Nah, rangka tubular ini yang biasa dipakai Ducati. Rangka tubular itu diikat pada komstir dan rangka tengah yang juga hasil bikinan sendiri. Biar posisinya kuat, semua diikat dengan cara knock down terutama pada rangka tengah hingga poros swing arm," imbuh Antok.


 
Kemudian untuk kaki-kaki, Antok lebih memilih peredam kejut depan model upside down yang kabarnya didatangkan langsung dari Thailand. Katanya sok model ini lebih oke dilihat. Terlebih jika temanya ingin memadukan dua varian motor.

Sedang peredam kejut belakang dipasang monosok milik Yamaha Jupiter MX. Bahkan setang dan segitiga atas-bawah masih percaya menggunakan milik Suzuki Thunder 250.

Adapun urusan penerangan jalan malam hari, lebih dipilih pada lampu Honda Blade yang dicustom ulang pada lampu depan dan lampu LED ala Thailand untuk bagian belakang.

Namun bukan berarti bisa langsung pasang lampu itu, melainkan harus sedikit dicustom agar tampilan lampu depan beda dari yang lainnya.

“Pokoke serba custom dewek. Juga bisa lebih puas dan pastinya juga memiliki nilai kebanggaan tersendiri. Karena semua barang custom ini mengandung nilai seni yang tidak ternilai harganya.” tegas Antok dengan tersenyum lebar. Puasssss...